Setelah pembebasan oleh Cyrus di tahun 539 SM, bangsa Yahudi kembali menjadi bangsa yang berdaulat dan mengalami kemajuan.

Akan tetapi Yahudi sebagai bangsa yang berdaulat dan merdeka berakhir ketika Romawi menaklukkan wilayah Kanaan pada tahun 63SM.

Setelah itu tidak ada lagi negara merdeka sebagaimana dulu, seperti saat mereka dipimpin Raja Daud atau Raja Solomo. Kekaisaran Romawi hanya menjadikan mereka salah satu wilayah jajahan yang tidak berdaulat, membayar pajak yang tinggi kepada Romawi serta diatur dengan hukum asing.

Berbagai upaya membebaskan diri semuanya gagal. Tentara Kekaisaran Romawi terlalu kuat bagi mereka. Semua yang pernah memberontak dapat ditumpas dengan brutal oleh Romawi. Bangsa Yahudi merasa kalah dan tak berdaya lagi, tak ada lagi tanda kejayaan bangsa pilihan Yahweh yang perkasa.

Mimpi Bangsa yang Kalah

Ketidakberdayaan ini menghasilkan impian dan harapan memuncak tentang datangnya penyelamat suci yang diutus Yahweh untuk membebaskan, dan mengembalikan kejayaan bangsa Yahudi.

Ramalan tentang datangnya sang Mesiah (Al-Masih/Juru Selamat) menjadi populer di tengah masyarakat yang putus asa tersebut. Mereka mengharapkan kelak sang Mesiah akan mengusir Romawi, memimpin dengan adil bangsa Yahudi dan akhirnya mengembalikan kejayaan kerajaan Daud.

Lukisan yang menggambarkan datangnya Sang Mesiah dengan pasukannya yang akan membebaskan Yerusalem

Para Mesiah

Banyak pejuang Yahudi yang kemudian dianggap Mesiah dan memimpin perlawanan terhadap Romawi. Beberapa yang cukup terkenal adalah:

  • Simon dari Peraea (sekitar 4 SM), seorang mantan budak Herodes Agung yang memimpin pemberontakan sebelum akhirnya dikalahkan oleh pasukan Romawi.
  • Athronges (sekitar 4–2 SM), seorang gembala yang bersama saudara-saudaranya melawan Herodes Arkelaus dan Romawi.
  • Yudas dari Galilea (6 M), yang memimpin perlawanan terhadap sensus Romawi dan akhirnya dihancurkan oleh pasukan Romawi.
  • Yesus dari Nazaret (sekitar 4 SM–30 M), yang oleh pengikutnya dianggap sebagai Mesiah dan memiliki ajaran yang kemudian berkembang menjadi agama Kristen. Dihukum salib oleh Romawi.
  • Simon bar Giora (Perang Yahudi-Romawi Pertama, 66–73 M), memimpin pasukan Yahudi dalam pertempuran di Yerusalem. Dieksekusi dalam parade kemenangan Romawi.
  • Yohanes dari Gischala (Perang Yahudi-Romawi Pertama), melawan Romawi selama Pengepungan Yerusalem (70 M).
  • Simon bar Kokhba (132–136 M), memimpin Pemberontakan Bar Kokhba melawan Kaisar Hadrianus. Sempat mendirikan negara Yahudi merdeka singkat sebelum dikalahkan Romawi dengan brutal.

Keseluruhan perlawanan para Mesiah tersebut dapat dipatahkan Romawi dan para Mesiah tersebut dapat dihukum mati.

Penyerbuan Kuil Sulaiman di Yerusalem oleh pasukan Romawi

Mati Tapi Menang

Dari keseluruhan Mesiah tersebut ada satu yang berbeda, yaitu Yesus dari Nazaret.

Jika para Mesiah yang lain memimpin gerakan bersenjata untuk merebut kekuasaan dari Romawi, maka Yesus fokus pada menegakkan kerajaan spiritual, bukan politik.

Ia tidak menyerukan perlawanan bersenjata, Yesus mengajarkan cinta kasih kepada sesama dan sikap tidak melawan penguasa dalam beberapa ajaran-Nya. Terutama dalam konteks ketaatan duniawi kepada otoritas yang ada dan ketaatan spiritual kepada kerajaan Allah yang lebih tinggi.

Yesus akhirnya dapat dihukum mati oleh Romawi. Namun bagi pengikutnya, kematiannya di tiang salib tidak dianggap sebagai kekalahannya, melainkan suatu pengorbanan diri untuk menyelamatkan manusia.

Akibatnya, gerakannya tidak terhenti saat Yesus mati. Kematiannya seolah menjadi pertanda, bahwa ia sebenarnya adalah utusan Tuhan yang mengorbankan dirinya bagi manusia.

Kultus terhadap Yesus dan penyebaran ajaran cinta kasihnya menjadi semakin tersebar di antara rakyat Yahudi yang merasakan pahit kekalahan bangsanya.

Adegan film yang menggambarkan penyiksaan Yesus sebelum disalib.

Menjadi Dibutuhkan Romawi

Pada abad 3M, Romawi mengalami pelemahan akibat serangkaian perang saudara, invasi barbar, dan inflasi ekonomi, Kekaisaran terancam terpecah belah.

Romawi membutuhkan pemersatu baru, sementara kepercayaan mereka yang menyembah banyak dewa serta mengangkat kaisar mendekati derajat dewa tidak bisa diharapkan sebagai pemersatu.

Dewa-dewi seperti Jupiter dan Mars dianggap tidak relevan bagi masalah rakyat biasa.

Maka Kaisar berpaling ke Kristen dengan pertimbangan berikut:

  • Ajaran Kristen tentang “satu Tuhan, satu iman” cocok untuk menyatukan kekaisaran yang terpecah.
  • Kristen sudah tersebar luas di seluruh kekaisaran dan bisa menjadi alat integrasi. Diperkirakan sudah dianut oleh 10-20% penduduk Romawi, terutama di perkotaan.
  • Jaringan yang terstruktur: Gereja Kristen memiliki hirarki (uskup, imam, diakon) yang mirip birokrasi Romawi, memudahkan koordinasi.
  • Pelayanan Sosial: Gereja mengelola rumah sakit, dapur umum, dan bantuan untuk orang miskin, membuatnya populer di kalangan rakyat.
  • Kristen lebih cocok dibandingkan Yahudi yang eksklusif bagi yang berdarah Yahudi, atau Zoroaster yang identik dengan Persia, musuh Kekaisaran Romawi.

Yang Berjaya

Secara resmi pada tahun 380M, Theodosius mengeluarkan Maklumat Tesalonika yang menetapkan Kristen sebagai agama Kekaisaran Romawi, dan memerintahkan seluruh penduduk Romawi untuk menganut Kekristenan Nicea.

Semua kuil-kuil lama dihancurkan. Kekayaan yang ada di Kuil-kuil lama dialihkan ke Gereja Kristen.

Keputusan politik ini terbukti bisa memberikan pengikat baru bagi Kekaisaran Romawi.

Bagi agama Kristen, ini adalah kemenangan luar biasa.

Setelah menjadi agama kekaisaran, Kristen tersebar lebih jauh ke seluruh pelosok kekuasaan Romawi, dan bertahan selama 1500 tahun sebagai agama dominan di wilayah Eropa, serta agama yang memiliki penganut terbesar di bumi.

Adakah Monoteis Berikutnya?

Setelah Kristen berhasil diterima oleh Kekaisaran Romawi, serta Zoroaster diterima Kekaisaran Persia, adakah gerakan monoteisme yang baru? saya akan sampaikan di tulisan berikutnya.


Seri Tulisan: Evolusi Agama
Evolusi Agama: Politeisme Timur Tengah
Evolusi Agama: Monoteisme, Penyederhanaan Agama
Evolusi Agama: Yahudi, Yang Ikut Monoteis
Evolusi Agama: Kristen, Revolusi Para Mesiah
Evolusi Agama: Islam, Persaingan Nabi Arab

Bacaan: