Dalam perubahan politeisme menuju monoteisme, wilayah Arab tertinggal dibandingkan dengan wilayah Timur Tengah lainnya.

Hal ini disebabkan karena dengan kondisi tandus dan sumberdaya terbatas, wilayah ini tidak menarik untuk diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan utama di wilayah Timur Tengah, seperti Persia dan Romawi.

Dengan kurangnya pengaruh kekuatan besar tersebut, perubahan yang terjadi di wilayah Timur Tengah tidak cepat sampai di wilayah Arab.

Politeisme Arab

Bangsa Arab, sebagaimana bangsa-bangsa lainnya, mengembangkan agama politeismenya sendiri yang khas.

Para Dewa Arab

Dewa-dewa utama yang disembah di Arab sebagai berikut:

  • Hubal: Dianggap sebagai dewa tertinggi. Ia disembah untuk ramalan dan keputusan penting.
  • Al-Lat: Salah satu dari tiga dewi utama, sering dikaitkan dengan kesuburan dan dewi ibu.
  • Al-Uzza: Dewi yang kuat dan dihormati, sering dikaitkan dengan kekuatan dan perlindungan.
  • Manat: Dewi nasib dan waktu.

Disamping Dewa utama tersebut, masih ada puluhan lagi Dewa lainnya yang disembah sesuai dengan kebutuhan manusia.

Ka’bah, Kuil Rumah Para Dewa

Pusat penyembahan Dewa biasanya disebut Bait (rumah Dewa) atau Ka’bah (kubus). Menurut sejarawan Arab klasik seperti Ibn al-Kalbi dalam Kitab al-Asnam (Buku Berhala), terdapat sekitar 20-24 kuil/Ka’bah di seluruh Jazirah Arab sebelum Islam. Namun, hanya 5-7 yang dianggap utama berdasarkan pengaruh dan catatan sejarah. Beberapa Ka’bah yang terkenal adalah:

  1. Ka’bah Mekah. Dewa utama yang disembah disini adalah Hubal, namun di kompleks ini juga terdapat 360 patung Dewa lainnya yang disembah.
  2. Ka’bat al-Yaman atau Dzu al-Khalasah di kota Thaif, Arab Selatan. Dewa utama yang disembah di sini adalah Al-Lāt dan Wadd.
  3. Ka’bah Najran. Ka’bah ini unik karena pengaruh Kristen bentuknya Kubus namun dengan ornamen Salib. Dewa Bintang dan orang Kristen lokal beribadah di sini.
  4. Ka’bah Thaif / Bait Al-Lāt di kota Thaif, Hijaz. Dewa utama yang disembah adalah Al-Lat.
  5. Ka’bah Riyam di Yaman. Dewa yang disembah di sini adalah Dewa Sin (bulan).

Dari keseluruhan Ka’bah ini, yang di Mekah merupakan yang terpenting karena dijadikan tempat ziarah utama penyembahnya dari seluruh Arab.

Peta Interaktif Ka’bah Pra-Islam

Peta lokasi Ka’bah Arab pra Islam

Diaspora Yahudi, Inspirasi Monoteisme

Akibat pemberontakan Mesiah Yahudi,  pada tahun 70M dan 135M, Romawi melakukan serangan brutal ke kota Yerusalem. Kuil Sulaiman dihancurkan dan terjadi gelombang pengungsian penduduk Yerusalem meninggalkan kota (diaspora). Gelombang pengungsi ini sebagian sampai dan membentuk komunitas di wilayah Arab.

Beberapa pusat komunitas Yahudi yang terbentuk di Arab antara lain: Yathrib (Madinah), Khaibar, Fadak, Yaman (Himyar).

Seiring dengan waktu, interaksi masyarakat Arab dengan para diaspora Yahudi dan Kristen mempengaruhi konsep keagamaan Arab yang lama.

Konsep yang dibawa pendatang baru tersebut adalah Monoteisme (penyembahan satu Dewa) dan gerakan Mesiah untuk pembebasan Yerusalem.

Apa pengaruh konsep-konsep Yahudi pada agama Arab? Berikut ini perubahan yang dihasilkannya

Agama Hanif dan Para Nabi

Ide monoteisme memunculkan gerakan untuk meninggalkan penyembahan banyak Dewa, untuk beralih menyembah hanya satu Dewa yang maha kuasa, mereka menyebutnya sebagai agama Hanif (yang lurus).

Gerakan ini muncul di beberapa wilayah dan dipimpin oleh orang-orang yang disebut Nabi dan menggunakan syair-syair yang dikatakan wahyu dari yang ghaib sebagai media penyampainya.

Untuk abad 6M, Nabi yang tercatat:

  1. Umayya bin Abi Shalt, Nabi penyair dari Tha’if. Gerakannya padam ditentang oleh kaum Quraisy, dan tidak berlanjut.
  2. Khalid bin Sinan, Nabi dari suku Bani ‘Abs. Ditumpas oleh penganut agama lama.

Untuk abad 7M, Nabi yang tercatat:

  1. Muhammad, Nabi dari Mekah. Ajarannya kelak akan dikenal sebagai Islam.
  2. Musailamah bin Habib, Nabi dari Yamamah (Najd). Musailamah tewas ketika Khalifah Abu Bakar menyerbunya dalam Perang Yamamah (633 M), pengikut dan ajarannya tidak lagi tersisa.
  3. Sajah, Nabi dari suku Tamim. Bersekutu dengan Musailamah Bin Habib untuk melawan Muhammad. Namun setelah dikalahkan, masuk Islam.
  4. Al-Aswad Al-Ansi, Nabi dari Yaman. Gerakannya terhenti ketika dibunuh pengikut Muhammad.

Muhammad Sang Pemenang

Dari beberapa nabi tersebut, hanya Nabi Muhammad yang berhasil menyebarkan ajarannya, sedangkan yang lain kalah dan dilupakan.

Mengapa Nabi Muhammad berhasil?

Pemilihan Basis Gerakan

Nabi Muhammad mengawali dakwahnya di kota kelahirannya, yang justru merupakan pusat ziarah agama lama. Penduduk Mekah sudah lama diuntungkan dengan pendapatan dari para pendatang yang akan melakukan ibadah Haji di Ka’bah, sehingga meninggalkan agama lama untuk agama yang sama sekali baru tidak akan menarik mereka. Kondisi ini membuat dakwah Nabi Muhammad tidak bisa berkembang, hal ini bisa dilihat dari selama 13 tahun berdakwah, pengikutnya hanya sekitar 100 orang saja.

Pusat dakwah harus berpindah. Muhammad mencoba berdakwah di Thaif, tapi lemparan batu yang diterimanya. Dia mencoba mengirimkan pengikutnya ke Ethiopia dalam hijrah pertama, namun tidak berhasil. Nasib baik datang ketika ia mendapatkan pengikut dari kota Yathrib, dan pengikutnya tersebut berjanji memberikan perlindungan keamanan dan kedudukan politik bila Muhammad pindah ke Yathrib. Muhammad akhirnya hijrah ke Yathrib bersama pengikutnya.

Di kota barunya ini, pengikutnya mengangkat Nabi Muhammad sebagai penguasa kota, dia mengganti nama kota itu menjadi Madinah (kota Nabi).

Strategi Militer

Di Madinah, Nabi Muhammad menyusun strategi untuk menaklukkan lawan utamanya, yaitu kekuatan Suku Qurays di Mekah.

Suku Qurays di Mekah cukup kaya dan kuat secara militer. Kekayaan Qurays berasal dari perdagangan dan bisnis pendukung ritual Haji di Ka’bah, yang dilakukan pemeluk agama lama dari seluruh arab.

Yang dilakukan Nabi Muhammad adalah merusak sumber kekayaan orang Mekah. Nabi Muhammad melakukan perampasan kafilah-kafilah dagang yang berangkat dari Mekah atau menuju Mekah.

Perang terbuka pertama dengan Mekah terjadi ketika rombongan dagang yang kembali ke Mekah mengirimkan permintaan bantuan ketika mengetahui bahwa mereka akan dihadang pasukan Nabi Muhammad. Pasukan Mekah dikirimkan, dan bertemu dengan pasukan Nabi Muhammad di wilayah Badar. Pasukan Mekah kalah, dan peristiwa ini dijadikan tonggak kemenangan pertama pengikut Muhammad. Shalawat Badar yang terkenal adalah puja-puji untuk kemenangan di pertempuran ini.

Perampasan ini kemudian menjadi hal yang rutin. Dari kegiatan berulang ini, pengikut Muhammad mendapat keuntungan berganda, yaitu menjadikan perjalanan menuju Mekah tidak aman, sehingga mengurangi perjalanan menuju Mekah baik yang dilakukan oleh kafilah dagang ataupun para peziarah yang akan melakukan ibadah Haji. Hal ini merusak ekonomi Mekah.

Selain membuat perjalanan ke Mekah tidak aman, Nabi Muhammad juga menyerang suku-suku lain yang berpotensi akan mengganggu gerakannya serta bersekutu dengan Mekah.

Dengan berbagai operasi militer ini, kemampuan pengikut Muhammad semakin terasah, dan dari hasil rampasan perang ini ini mereka bisa memperkuat lebih lanjut pasukannya.

10 tahun kemudian, ketika Muhammad bersama 10 ribu pasukan terlatihnya menuju Mekah, kota yang sudah tak sekuat sebelumnya. Abu Sofyan, penguasa Mekah tidak melawan, ia memilih tunduk menjadi bawahan Muhammad.

Lukisan Persia tentang Pertempuran Badar yang berlangsung pada Ramadan 2 Hijriah.

Adopsi Elemen Agama Lama

Apa yang diajarkan Muhammad, sesuatu yang baru? Tidak sepenuhnya baru.

Pada saat masih di Mekah, di tengah masyarakat politeis yang mendapatkan keuntungan dari adanya Ka’bah, Muhammad mengatakan bahwa ajarannya juga mengajarkan ritual Haji di Ka’bah dan mengakui bulan-bulan suci masyarakat Arab juga. Hanya saja Muhammad mengatakan bahwa Ka’bah adalah buatan Ibrahim dan ritual Haji seperti Tawaf itu sebenarnya diajarkan oleh Ibrahim. Dengan mempertahankan ritual Haji, ia menghilangkan kekhawatiran penduduk Mekah, bila mereka ikut Muhammad, mereka akan kehilangan pendapatannya dari kegiatan Haji.

Pada saat di Madinah, di tengah masyarakat monoteis Yahudi dan Kristen, Muhammad mengatakan bahwa Ibrahim yang merupakan bapak dari agama Yahudi dan Kristen, sesungguhnya adalah seorang Nabi ajaran Hanif, begitu juga Musa dan Yesus. Muhammad mengakui dirinya adalah penerus ajaran Ibrahim, Musa dan Yesus dan tugasnya adalah menyempurnakan ajaran para Nabi besar terdahulu tersebut.

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang Hanif lagi berserah diri. Dia bukan pula termasuk orang-orang musyrik.
QS Ali ‘Imran: 67

Namun dalam konsep keimanan, Nabi Muhammad berusaha membuang akar leluhur Arabnya yang politeis. Dikatakannya bahwa bangsa Arab adalah bangsa yang lama hidup dalam kebodohan (Jahiliah), oleh karena itu pengikutnya harus membuang tradisi lama yang diwariskan oleh kakek dan nenek mereka. Lebih lanjut dikatakan juga bahwa sebenarnya orang Arab adalah keturunan Ismail, anak Ibrahim, oleh karena itu yang harus ditiru adalah Ibrahim yang menyembah satu Dewa, bukan kakek dan nenek mereka yang menyembah banyak Dewa.

Menara Zam-zam di Mekah. Menara semewah dan semegah ini sebenarnya dihidupi oleh pengunjung Ka’bah, rumah ibadah kuno yang dulu digunakan untuk menyembah Dewa Hubal. Ka’bah tampak sebagai titik pusat bangunan melingkar di depan menara itu.

Tanpa Kompromi

Nabi ajaran Hanif pada era Muhammad tidak hanya satu. Untuk para Nabi lainnya, Muhammad bersikap keras.

Salah satu Nabi yang lain, Musailamah bin Habib, pernah mengirimkan surat kepada Muhammad yang menawarkan pembagian wilayah dakwah. Muhammad menolak pembagian tersebut dan memberikan julukan al-Kadzab (si pembohong) kepada Musailamah. Ada juga Nabi Sajah dari Tamim yang bersekutu dengan Musailamah untuk menghadapi Muhammad. Kelak, Abu Bakr setelah wafatnya Muhammad, menyerang dan menghabisi Musailamah dan pengikutnya, Nabi Sajah menyerah dan memilih ikut ajaran Nabi Muhammad.

Ada juga Nabi Al-Aswad Al-Ansi di Yaman, yang bernasib buruk dibunuh oleh pengikut Nabi Muhammad.

Dari Musailamah Rasulullah untuk Muhammad Rasulullah. Salam sejahtera, aku telah ditetapkan untuk menjalankan tugas dan kekuasaan bersama kamu. Aku berkuasa atas separuh negeri dan separuh untuk Quraisy, tetapi Quraisy adalah umat yang kasar dan kejam.
Isi surat Nabi Musailamah kepada Nabi Muhammad.

Untuk agama politeisme lama Arab, Nabi Muhammad juga bersikap keras.

Saat menaklukkan Mekah, Muhammad menghancurkan semua patung Dewa-dewa lama, menjadikan kota Mekah eksklusif hanya untuk pengikut Muhammad. Penduduk Mekah diberi pilihan ikut Muhammad atau diusir. Warisan ini berlanjut hingga sekarang, saat ini kota Mekah dan Madinah hanya bisa dimasuki oleh orang Islam.

Tidak berhenti hanya di Mekah, setelah berkuasa penuh di Madinah dan Mekah, Muhammad mengirimkan pasukannya ke seluruh Arab untuk menghancurkan Ka’bah lainnya serta segala macam rumah ibadah agama lama. Pengikut agama lama? ikut Muhammad atau diperangi.

Dengan menghancurkan semua jejak agama lama dan memaksa pemeluknya mengikuti ajaran Muhammad, secara efektif agama politeisme punah dari tanah Arab.

Dari Arab ke Timur Tengah, lalu ke Dunia

Setelah menguasai seluruh Arab, pengikut Nabi Muhammad seolah tak terhentikan. Walaupun tertunda oleh kematian Nabi Muhammad, dalam 30 tahun pengikut Muhammad telah menguasai hampir semua wilayah Timur Tengah. Menelan semua wilayah Kekaisaran Persia, hampir memunahkan agama Zoroaster, dan mencaplok 2/3 wilayah Kekaisaran Romawi.

Wilayah kekuasaan pengikut Nabi Muhammad, di era Umar bin Khattab (Khalifah kedua)

Ajaran Nabi Muhammad pada akhirnya berdiri sendiri sebagai Islam, agama yang berbeda dengan Yahudi dan Kristen walaupun berbagi banyak dalam beberapa konsepnya.

Menyebarkan Monoteisme Ke Dunia

Dari empat agama Monoteis Timur Tengah, hanya dua yang memiliki tunggangan Kekaisaran besar. Kristen dengan Kekaisaran Romawi dan Islam dengan Kekaisarannya sendiri yang disebut Khilafah Islam.

Kekaisaran Romawi kurang lebih selama 1500 tahun menyebarkan Kristen ke benua Eropa, dan dengan jalur laut ke seluruh koloni negara-negara Eropa yang tersebar di seluruh dunia.

Khilafah Islam kurang lebih selama 1200 tahun menyebarkan Islam ke Afrika, Asia Tengah dan Asia Selatan, serta melalui jalur perdagangan ke wilayah Asia Tenggara.

Kedua agama ini berhasil menyingkirkan agama-agama Politeisme di wilayah-wilayah yang bisa mereka jangkau.

Monoteisme, Puncak Evolusi Agama?

Monoteisme berhasil menggantikan Politeisme di sebagian besar wilayah dunia.

Apakah ini puncak evolusi agama? ataukah akan ada jenis agama baru?


Seri Tulisan: Evolusi Agama
Evolusi Agama: Politeisme Timur Tengah
Evolusi Agama: Monoteisme, Penyederhanaan Agama
Evolusi Agama: Yahudi, Yang Ikut Monoteis
Evolusi Agama: Kristen, Revolusi Para Mesiah
Evolusi Agama: Islam, Persaingan Nabi Arab

Bacaan: